GUE baru saja hendak menghabiskan piring kedua ketika Pito, teman gue, datang sambil menggendong bayi. Hal pertama yang terlintas di kepala gue adalah: anak siapa yang dia culik? Lalu, gue segera sadar, bayi super-unyu ini adalah anaknya sendiri. Mata bayi itu bulat besar, tampak tidak proporsional dengan wajah mungilnya. Dia celingak-celinguk keheranan ngeliat gue. Keimutan luar biasa yang dipancarkan oleh bayi ini memaksa gue untuk memegang tangannya, lalu mencubit-cubit dengan gemas. Dengan satu kali cegukan, di ujung mulutnya langsung keluar banyak iler. ‘Pit, anak lo lucu banget, tapi suka ileran. Kayak bapaknya,’ komentar gue. Si Pito cuma cengengesan. Ada iler sedikit di pinggir bibirnya. Benar, mirip bapaknya. Pito menggendong anaknya di bagian depan badannya. Si bayi, entah sengaja entah tidak, memeperkan ilernya ke baju batik yang dipakai Pito. Menyadari hal itu, Pito kembali cengengesan. Enak juga jadi bayi, bisa nempelin iler ke orang lain tanpa harus dimarahin. Co...
Postingan populer dari blog ini
GEDUNG OLARAGA Unisda memiliki gedung olaraga sebagai penunjang aktivitas kegiatan kesehatan jasmani dan rohani.Maka dibangunlah gedung sabudga(sasana budaya dan olaraga)yang didalamnya dapat digunakan untuk olaraga,futsal,volly,basket,badminton dam lain2.selain untuk kegiatan olaraga cari gedung sabudga disini..
Komentar
Posting Komentar